Wajah yang tampak berdimensi bisa memberikan kesan tegas, segar, dan fotogenik. Nggak heran kalau teknik contouring jadi salah satu trik andalan di dunia makeup. Tapi sayangnya, masih banyak yang mengira contouring itu ribet, cuma untuk acara besar, atau bikin wajah terlihat terlalu bold.
Padahal, kalau tahu teknik dan alat yang tepat, teknik contouring makeup bisa jadi senjata rahasia untuk tampilan yang lebih proporsional, bahkan untuk riasan sehari-hari. Dari yang sederhana sampai glam look, contouring bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan.
Di artikel ini, kamu akan menemukan teknik contouring makeup yang praktis dan bisa langsung kamu coba di rumah!
Apa Itu Contouring dalam Dunia Makeup?

Contouring adalah teknik dalam makeup yang digunakan untuk menciptakan ilusi bayangan dan cahaya pada wajah.
Tujuannya? Untuk menegaskan struktur wajah, menyamarkan bagian tertentu, dan memberi kesan dimensi agar wajah nggak terlihat datar. Dengan teknik contouring makeup yang tepat, kamu bisa membuat pipi tampak lebih tirus, hidung lebih mancung, atau rahang lebih tegas.
Teknik ini biasanya dipadukan dengan highlighting, yaitu mengaplikasikan produk makeup berwarna terang di area tertentu untuk menonjolkan bagian wajah. Kombinasi keduanya akan menciptakan keseimbangan antara area yang ingin ditegaskan dan yang ingin dikoreksi.
Meski dulu teknik ini identik dengan dunia profesional seperti pemotretan atau runway, sekarang contouring sudah jadi bagian penting dari riasan sehari-hari, terutama bagi kamu yang ingin tampil lebih percaya diri dalam berbagai kesempatan.
7 Teknik Contouring Makeup yang Bisa Kamu Coba
Kalau kamu masih bingung harus mulai dari mana, tenang aja. Berikut ini adalah tujuh teknik contouring makeup yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan bentuk wajahmu:
1. Classic Contour
Ini adalah teknik paling dasar dan sering dijadikan fondasi dalam hampir semua jenis riasan. Classic contour fokus pada menciptakan dimensi di bagian wajah tertentu seperti:
- Sisi dahi (terutama jika dahi lebar)
- Tulang pipi (dari atas telinga ke arah tengah pipi)
- Rahang bawah
- Sisi hidung
Produk yang digunakan bisa berupa contour berbasis cream atau powder, tergantung preferensi dan jenis kulit. Kuncinya ada di blending. semakin halus baurannya, makin natural hasilnya.
Teknik ini cocok untuk kamu yang ingin mempertegas fitur wajah tanpa kesan berlebihan. Kalau baru mulai belajar contouring, teknik klasik ini bisa jadi langkah awal yang aman dan efektif.
2. Cream Contouring
Teknik ini menggunakan produk contour berbasis cream yang biasanya lebih pigmented dan buildable. Kelebihan utamanya adalah hasil akhir yang terlihat lebih menyatu dengan kulit, terutama jika kamu menginginkan tampilan yang dewy atau flawless.
Cream contour cocok banget untuk:
- Kulit kering atau kombinasi
- Makeup tahan lama (karena bisa di-set lagi dengan powder)
- Look yang lebih berdimensi dan dramatis
Tipsnya: aplikasikan dengan spons basah atau kuas sintetik agar hasilnya lebih merata. Dan pastikan kamu blend dengan gerakan ringan agar tidak meninggalkan garis tajam.
3. Powder Contouring
Berbanding terbalik dengan cream, powder contour lebih cocok untuk kamu yang punya kulit berminyak atau ingin hasil yang ringan dan mudah dikontrol. Produk jenis ini biasanya digunakan setelah foundation dan setting powder, sebagai sentuhan akhir untuk memberi definisi.
Keunggulan powder contour:
- Mudah dibaurkan, terutama untuk pemula
- Cocok untuk tampilan soft atau natural look
- Bisa digunakan untuk touch-up tanpa membuat makeup cakey
Untuk hasil terbaik, gunakan kuas khusus contour dengan ujung miring agar pengaplikasiannya lebih presisi. Jangan lupa tap off sisa produk dari kuas sebelum diaplikasikan ke wajah supaya hasilnya nggak terlalu tebal.
4. Nose Contour
Ingin hidung terlihat lebih ramping atau simetris? Nose contour adalah jawabannya. Teknik ini fokus pada membentuk ilusi bentuk hidung yang lebih tajam atau sesuai dengan struktur wajah yang diinginkan.
Cara paling umum:
- Aplikasikan contour di kedua sisi batang hidung, mulai dari ujung alis hingga ke bawah
- Tambahkan highlight di tengah batang hidung untuk memberikan efek “angkat”
Nose contour bisa dibuat natural untuk tampilan harian, atau lebih defined untuk acara formal. Hati-hati ya, terlalu gelap atau garis yang nggak dibaurkan dengan baik bisa bikin hasilnya tampak harsh. Gunakan kuas kecil dan pastikan blending-nya benar-benar halus.
Baca juga: Teknik Make Up Korektif: Wajah Simetris dan Proporsional
5. Reverse Contouring
Kalau kamu pernah lihat makeup artist highlighting dulu sebelum mengaplikasikan contour, itu salah satu contoh reverse contouring. Teknik ini menciptakan ilusi dimensi bukan dari bayangan, tapi dari pencahayaan yang ditempatkan secara strategis.
Caranya:
- Gunakan concealer atau highlight satu atau dua tingkat lebih terang dari warna kulit
- Aplikasikan di area dahi tengah, bawah mata, dagu, dan bawah tulang pipi
- Setelah itu, gunakan contour untuk membingkai area yang sudah diberi highlight
Hasilnya? Wajah tampak lebih segar dan terstruktur, tapi tetap soft. Reverse contouring cocok untuk kamu yang nggak suka contour terlalu gelap atau ingin tampilan makeup yang ringan tapi tetap berdimensi.
6. Jawline Contour
Garis rahang yang tegas bisa memberikan kesan wajah yang lebih snatched dan proporsional. Teknik ini membantu menyamarkan dagu berlapis (double chin) dan membentuk rahang agar tampak lebih rapi.
Langkah-langkahnya:
- Aplikasikan contour di sepanjang garis rahang bawah, dari telinga ke dagu
- Blend ke arah leher agar nggak ada garis demarkasi
- Hindari penggunaan produk terlalu gelap agar tidak terlihat seperti masking
Teknik ini cocok banget untuk sesi foto, video call penting, atau saat kamu ingin tampil lebih percaya diri dalam presentasi.
7. Contouring Sesuai Bentuk Wajah
Setiap orang punya bentuk wajah yang berbeda, seperti bulat, oval, persegi, hati, atau segitiga. Nah, teknik contour juga sebaiknya disesuaikan agar hasilnya maksimal.
Berikut panduannya:
- Wajah bulat: Fokus contour di sisi pipi dan rahang untuk menciptakan ilusi wajah lebih panjang
- Wajah oval: Cukup tonjolkan tulang pipi dan sedikit pada dahi
- Wajah persegi: Haluskan garis rahang dan dahi dengan contour yang dibaurkan ke arah dalam
- Wajah hati: Fokus pada dahi atas dan sisi rahang bawah untuk menyeimbangkan proporsi
Tips Aplikasi Contour yang Efektif

Menguasai teknik contouring makeup nggak cukup hanya tahu placement-nya aja. Cara mengaplikasikan dan membaurkan contour juga berperan besar dalam menciptakan hasil akhir yang halus dan profesional.
Biar kamu nggak salah langkah, berikut beberapa tips aplikasi contour yang bisa kamu praktikkan:
1. Pilih Warna yang Tepat
Salah satu kesalahan paling umum saat contouring adalah memilih warna yang terlalu gelap atau terlalu abu-abu. Idealnya, warna contour:
- 1–2 tingkat lebih gelap dari warna kulit
- Memiliki undertone netral atau sedikit hangat
- Terlihat seperti bayangan alami, bukan noda
Kalau kamu punya kulit terang, pilih contour dengan nada cool tone. Untuk kulit medium sampai gelap, warna-warna hangat seperti cokelat karamel bisa jadi pilihan tepat.
2. Kenali Jenis Produk Sesuai Kebutuhan
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, ada dua jenis utama produk contour: cream dan powder.
- Cream: Lebih tahan lama, menyatu dengan kulit, cocok untuk tampilan dewy
- Powder: Lebih mudah dibaurkan, cocok untuk pemula dan riasan ringan
Kamu juga bisa kombinasikan keduanya. Cream untuk dasar, lalu powder untuk set dan menambah dimensi.
3. Gunakan Alat yang Sesuai
Percaya atau nggak, alat yang kamu gunakan bisa memengaruhi hasil akhir contour. Berikut beberapa pilihan dan fungsinya:
- Kuas miring (angled brush): Ideal untuk contour pipi dan rahang
- Kuas kecil / eyeshadow brush: Cocok untuk contour hidung
- Sponge makeup (beauty blender): Bagus untuk cream contour agar hasilnya lebih seamless
- Jari tangan: Bisa dipakai saat darurat, tapi pastikan tangan bersih dan gerakan blending-nya lembut
4. Teknik Blending yang Tepat
Blending is everything. Nggak peduli seberapa bagus produkmu, kalau nggak dibaurkan dengan halus, hasilnya bisa kelihatan patah-patah dan cakey. Tipsnya:
- Gunakan gerakan memutar kecil atau menepuk (bukan menggosok)
- Jangan terlalu banyak produk sekaligus. Lebih baik build up secara bertahap
- Baurkan ke arah garis rambut dan leher agar hasilnya menyatu
5. Sesuaikan dengan Pencahayaan
Percaya atau nggak, pencahayaan saat kamu mengaplikasikan makeup juga berpengaruh. Hindari ruangan yang terlalu redup atau pencahayaan kuning, karena bisa menipu warna dan hasil akhir.
Idealnya, gunakan pencahayaan putih terang (seperti cahaya natural dekat jendela) agar kamu bisa lihat bayangan dan highlight dengan lebih akurat.
Kesalahan Umum Saat Contouring

Meskipun terlihat simpel di tutorial, praktik contouring sering kali bikin frustasi kalau nggak tahu cara yang benar. Banyak orang justru merasa hasilnya patchy, terlalu gelap, atau malah bikin wajah terlihat “berat”.
Biar kamu nggak terjebak kesalahan yang sama, yuk kenali beberapa common mistakes dalam teknik contouring makeup:
1. Menggunakan Warna yang Terlalu Gelap
Ini salah satu kesalahan paling sering terjadi. Warna contour yang terlalu gelap bisa bikin wajah terlihat muddy dan kurang natural. Sebaiknya, pilih warna yang hanya 1–2 tingkat lebih gelap dari warna kulit asli kamu.
Tipsnya, coba tes warna di bawah tulang pipi dan lihat hasilnya di bawah cahaya alami. Kalau terlalu kontras, ganti dengan shade yang lebih subtle.
2. Kurang (atau Berlebihan) dalam Membaurkan
Contour yang nggak dibaurkan dengan baik bisa meninggalkan garis tajam yang justru bikin wajah terlihat “bergaris”. Sebaliknya, kalau kamu terlalu banyak membaurkan, warnanya bisa hilang sama sekali.
Caranya, gunakan kuas yang sesuai, blend perlahan dengan gerakan melingkar atau menepuk. Jangan terburu-buru.
3. Salah Tempat Aplikasi
Kadang, kita tergoda mengikuti tren atau bentuk wajah orang lain, padahal penempatan contour yang salah bisa memperburuk proporsi wajah kita sendiri.
Oleh sebab itu, pelajari bentuk wajahmu dan sesuaikan penempatan contour. Misalnya, kalau kamu punya wajah bulat, aplikasikan contour agak tinggi di pipi untuk menciptakan ilusi wajah yang lebih panjang.
4. Mengabaikan Transisi dengan Leher
Contour yang berhenti di rahang tanpa transisi ke leher bisa terlihat seperti memakai topeng. Ini sering terjadi saat kamu menggunakan produk terlalu gelap tanpa membaurkan ke bawah.
Gunakan sisa produk di kuas untuk buffing ke arah leher. Tujuannya bukan menggelapkan leher, tapi menciptakan gradasi yang alami.
5. Terlalu Banyak Produk Sekaligus
Kurang lebih sama seperti foundation, contour juga lebih baik dibangun perlahan. Mengaplikasikan terlalu banyak produk sekaligus justru bikin kamu susah control hasil akhirnya.
Tipsnya, ambil sedikit dulu, lalu tambahkan bertahap jika perlu. Lebih mudah menambah daripada menghapus.
Baca juga: Apa itu Make Up Cakey? Ini Penyebab & Cara Mengatasinya
Ingin Hasil Contour yang Profesional? Serahkan ke Ahlinya!
Setelah mengenal berbagai teknik contouring makeup dan cara aplikasinya, kamu pasti jadi lebih paham bahwa contouring bukan sekadar tren. Teknik ini bisa mengubah tampilan wajah secara halus tapi signifikan, asal dilakukan dengan tepat.
Namun, kita juga tahu bahwa praktiknya nggak selalu semudah teori. Apalagi kalau kamu butuh hasil yang flawless, tahan lama, dan nggak punya waktu buat trial and error. Untuk momen-momen spesial seperti wisuda, lamaran, prewedding, atau acara penting lainnya, kamu tentu ingin tampil maksimal tanpa stres mikirin blending atau shade yang salah.
Di sinilah Jazella hadir untuk kamu.
Sebagai pionir layanan kecantikan on-demand di Indonesia, Jazella menyediakan makeup artist profesional yang bisa datang langsung ke tempatmu. Kamu bisa request tampilan sesuai kebutuhan, termasuk teknik contouring yang sesuai dengan bentuk wajahmu. Nggak cuma itu, Jazella juga menawarkan berbagai layanan lain seperti:
- Sulam alis & sulam bibir
- Nail art kekinian
- Eyelash extension
- Face painting untuk event kreatif
Jadi, apa pun kebutuhan kecantikanmu, tanya-tanya dulu atau langsung booking di sini.