Categories
Make up

Makeup sudah rapi, complexion on point, tapi baru beberapa jam kemudian wajah mulai kelihatan crack atau berminyak?

Kalau kamu pernah mengalami hal ini, besar kemungkinan masalahnya bukan di produknya, tapi di cara dan waktu pemakaian setting spray. Banyak orang pakai setting spray hanya ikut-ikutan, bahkan ada yang nggak yakin kapan pakai setting spray yang benar supaya makeup benar-benar tahan lama.

Padahal, kalau digunakan di waktu yang tepat, setting spray bisa jadi game changer yang bikin hasil makeup lebih menyatu, segar, dan awet seharian. Yuk, cari tahu kapan pakai setting spray yang tepat!

Apa Itu Setting Spray dan Fungsinya?

Seseorang sedang pakai setting spray/Sumber: Canva
Seseorang sedang pakai setting spray/Sumber: Canva

Setting spray adalah produk makeup berbentuk cairan yang disemprotkan ke wajah untuk membantu mengunci riasan agar lebih tahan lama.

Biasanya, setting spray digunakan sebagai langkah akhir setelah seluruh makeup selesai diaplikasikan. Meski terlihat sederhana, produk ini punya peran penting dalam menentukan apakah makeup kamu akan bertahan seharian atau justru cepat luntur.

Sayangnya, masih banyak orang yang menganggap setting spray cuma opsional atau sekadar tambahan. Padahal, kalau kamu sering beraktivitas seharian, berada di ruangan ber-AC lalu pindah ke area panas, atau punya jenis kulit tertentu, setting spray bisa jadi penyelamat tampilan wajah.

Setting spray bukan cuma soal bikin makeup lebih awet. Ada beberapa fungsi penting lain yang sering nggak disadari:

  • Mengunci makeup agar tahan lama: Setting spray membantu menyatukan lapisan makeup seperti foundation, concealer, powder, dan blush agar nggak mudah bergeser atau luntur.
  • Mengurangi tampilan powdery di wajah: Kalau hasil makeup kamu terlihat terlalu matte atau cakey, setting spray bisa membuatnya tampak lebih menyatu dan natural.
  • Membuat makeup terlihat lebih flawless: Dengan penyemprotan yang tepat, setting spray membantu menciptakan hasil akhir yang lebih halus dan segar, seolah makeup menyatu dengan kulit.
  • Menjaga kelembapan kulit: Beberapa setting spray mengandung bahan yang membantu menjaga hidrasi, terutama untuk kulit kering atau dehidrasi.

Kapan Pakai Setting Spray?

Pertanyaan “kapan pakai setting spray” sebenarnya nggak punya satu jawaban mutlak. Semua kembali ke kebutuhan, jenis kulit, dan hasil makeup yang kamu inginkan.

Namun, secara umum, ada beberapa waktu terbaik untuk menggunakan setting spray agar fungsinya bekerja maksimal:

1. Setelah Makeup Selesai (Waktu Paling Ideal)

Ini adalah cara paling umum dan paling aman. Setting spray digunakan sebagai langkah terakhir setelah seluruh rangkaian makeup selesai, mulai dari foundation, concealer, powder, blush, hingga lipstik.

Di tahap ini, setting spray berfungsi untuk:

  • Mengunci seluruh lapisan makeup
  • Membuat hasil makeup lebih menyatu
  • Menjaga riasan tetap rapi lebih lama

Cara pakainya pun nggak sulit. Cukup semprotkan setting spray dengan jarak sekitar 20–30 cm dari wajah, lalu biarkan mengering dengan sendirinya. Hindari mengipasi atau menepuk wajah karena bisa merusak hasil akhir.

Metode ini cocok untuk kamu yang:

  • Ingin makeup tahan lama tanpa ribet
  • Beraktivitas seharian
  • Baru mulai belajar makeup dan ingin cara paling praktis

2. Di Tengah Proses Makeup (Teknik ala Profesional)

Selain di akhir, setting spray juga bisa digunakan di tengah proses makeup. Teknik ini sering dipakai oleh makeup artist profesional untuk menciptakan hasil yang lebih natural dan flawless.

Biasanya, setting spray disemprotkan setelah tahap complexion selesai, seperti foundation dan concealer, sebelum melanjutkan ke powder dan makeup lainnya. Tujuannya adalah agar base makeup lebih menempel dengan baik di kulit.

Keuntungan teknik ini:

  • Mengurangi tampilan cakey
  • Membuat complexion terlihat lebih menyatu
  • Cocok untuk acara panjang seperti pesta atau wisuda

Teknik ini memang butuh sedikit pengalaman. Kalau salah takaran, hasilnya bisa terlalu basah atau justru menggeser makeup. Inilah kenapa MUA profesional lebih memahami kapan harus menyemprot dan seberapa banyak produk yang dibutuhkan.

3. Sebelum Makeup (Sebagai Prep)

Mungkin terdengar aneh, tapi setting spray juga bisa digunakan sebelum makeup sebagai bagian dari persiapan kulit. Di tahap ini, setting spray berperan sebagai prep tambahan, terutama untuk kulit kering atau dehidrasi.

Dengan menyemprotkan setting spray sebelum makeup:

  • Kulit terasa lebih lembap
  • Foundation lebih mudah diratakan
  • Hasil makeup terlihat lebih halus

Namun, metode ini sebaiknya digunakan dengan bijak. Untuk kulit berminyak, penggunaan setting spray sebelum makeup bisa membuat wajah terasa lebih licin jika produknya nggak sesuai.

4. Saat Touch Up Makeup

Setting spray juga bisa digunakan saat touch up, terutama ketika makeup mulai terlihat kusam atau lelah. Dibandingkan menambah layer powder yang berisiko bikin makeup semakin tebal, setting spray bisa jadi solusi yang lebih aman.

Cukup semprotkan sedikit setting spray untuk:

  • Mengembalikan kesegaran wajah
  • Membantu makeup tampak fresh kembali
  • Mengurangi tampilan makeup yang berat

Teknik ini sering dipakai saat acara panjang, photoshoot, atau aktivitas outdoor di cuaca panas.

Baca juga: Pakai Sunscreen Dulu atau Primer? Ini Jawabannya!

Kesalahan Umum Saat Menggunakan Setting Spray

Meskipun terlihat mudah, penggunaan setting spray tetap punya trick-nya sendiri. Banyak orang merasa sudah pakai setting spray tapi hasil makeup tetap cepat luntur. Bisa jadi, tanpa sadar kamu melakukan beberapa kesalahan berikut ini.

1. Terlalu Banyak Menyemprot

Salah satu kesalahan paling sering adalah menyemprot setting spray terlalu banyak. Harapannya sih supaya makeup makin awet, tapi kenyataannya justru bisa bikin hasil riasan terlihat berat atau bahkan patchy.

Setting spray sebaiknya digunakan secukupnya. Umumnya, 2–4 kali semprotan sudah cukup untuk seluruh wajah. Lebih dari itu, wajah bisa terasa terlalu basah dan berisiko menggeser makeup yang sudah rapi.

2. Jarak Penyemprotan yang Salah

Jarak penyemprotan juga sering dianggap sepele. Padahal, menyemprot terlalu dekat bisa membuat cairan menumpuk di satu area wajah, sementara menyemprot terlalu jauh membuat produk nggak bekerja maksimal.

Idealnya, pegang botol setting spray dengan jarak sekitar 20–30 cm dari wajah. Semprotkan dengan pola silang atau membentuk huruf X dan T agar hasilnya lebih merata.

3. Salah Memilih Jenis Setting Spray

Ngomongin setting spray, ternyata jenisnya pun beragam. Ada yang fokus ke hasil matte, dewy, hingga yang diformulasikan khusus untuk daya tahan ekstra. Kalau salah pilih, hasil makeup bisa nggak sesuai harapan.

Beberapa contoh kesalahan yang sering terjadi:

  • Kulit berminyak memakai setting spray dewy berlebihan
  • Kulit kering memakai setting spray matte yang terlalu drying
  • Mengabaikan klaim produk yang sebenarnya nggak sesuai kebutuhan

4. Menyentuh Wajah Sebelum Setting Spray Kering

Setelah menyemprot setting spray, sebaiknya biarkan wajah mengering dengan sendirinya. Menepuk, mengusap, atau langsung menyentuh wajah justru bisa merusak hasil makeup.

Kalau ingin mempercepat proses, cukup tunggu beberapa detik sambil diam. Cara sederhana ini bisa membuat perbedaan besar pada hasil akhir makeup kamu.

Dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, penggunaan setting spray akan jauh lebih efektif. Namun, masih banyak orang yang bingung membedakan setting spray dengan produk serupa lainnya.

Kapan Kamu Wajib Pakai Setting Spray?

Meskipun setting spray bisa digunakan kapan saja, ada kondisi tertentu di mana produk ini sebaiknya nggak dilewatkan. Berikut beberapa situasi yang membuat setting spray jadi must-have dalam rutinitas makeup kamu:

  • Saat beraktivitas seharian penuh: Cocok untuk kerja, kuliah, meeting, atau kegiatan lain yang membuat kamu nggak sempat touch up terlalu sering. Setting spray membantu menjaga makeup tetap rapi lebih lama.
  • Ketika menghadiri acara penting atau formal: Seperti wisuda, lamaran, pesta, atau kondangan. Di momen ini, kamu tentu ingin makeup tetap on point dari awal sampai akhir acara.
  • Di cuaca panas dan lembap: Tinggal di Indonesia berarti harus siap dengan keringat dan minyak berlebih. Setting spray membantu makeup lebih tahan menghadapi kondisi ini.
  • Untuk acara outdoor: Acara di luar ruangan biasanya lebih menantang untuk makeup. Setting spray bisa membantu mencegah makeup cepat luntur akibat panas dan angin.
  • Saat melakukan photoshoot atau video shooting: Makeup perlu terlihat rapi dan menyatu di depan kamera. Setting spray membantu menjaga hasil makeup tetap konsisten sepanjang sesi.
  • Kalau kamu punya kulit berminyak atau mudah geser: Setting spray dengan formula yang tepat bisa membantu mengontrol minyak dan membuat makeup lebih menempel.
  • Ketika ingin hasil makeup terlihat lebih flawless: Bukan cuma soal tahan lama, tapi juga tampilan akhir yang lebih halus dan natural.

Tips Makeup Lebih Tahan Lama Selain Setting Spray

Seseorang sedang pakai setting spray/Sumber: Canva
Seseorang sedang pakai setting spray/Sumber: Canva

Meskipun setting spray punya peran penting, hasil makeup yang tahan lama nggak hanya bergantung pada satu produk saja. Ada beberapa faktor lain yang juga memengaruhi daya tahan makeup kamu. Kalau semuanya dilakukan dengan benar, hasilnya akan jauh lebih maksimal.

1. Perhatikan Persiapan Kulit (Skin Prep)

Makeup yang awet selalu dimulai dari kondisi kulit yang siap. Pastikan kulit sudah bersih dan terhidrasi dengan baik sebelum mulai makeup.

Beberapa langkah dasar yang bisa kamu lakukan:

  • Bersihkan wajah menggunakan facial wash
  • Gunakan pelembap sesuai jenis kulit
  • Tunggu skincare menyerap dengan sempurna sebelum lanjut ke makeup

2. Gunakan Produk yang Saling Compatible

Sering kali makeup cepat rusak karena produk yang digunakan nggak saling mendukung. Misalnya, foundation berbasis air dipadukan dengan primer berbasis silikon, hasilnya bisa bikin makeup lebih cepat geser.

Usahakan:

  • Gunakan produk dengan base yang sejenis
  • Pilih foundation dan powder yang sesuai jenis kulit
  • Nggak asal ganti-ganti produk tanpa tahu kecocokannya

3. Aplikasikan Makeup dengan Teknik Layering

Teknik layering juga berpengaruh besar pada ketahanan makeup. Daripada langsung memakai produk tebal, lebih baik aplikasikan secara tipis dan bertahap.

Manfaat teknik ini:

  • Makeup terlihat lebih natural
  • Lebih ringan di kulit
  • Lebih tahan lama karena menempel lapis demi lapis

4. Jangan Terlalu Sering Menyentuh Wajah

Kebiasaan menyentuh wajah, mengusap keringat, atau menepuk-nepuk wajah tanpa sadar bisa membuat makeup cepat rusak. Kalau memang perlu touch up, gunakan tisu atau blotting paper sebelum menambahkan produk apa pun.

5. Percayakan Makeup pada Profesional

Kalau kamu punya acara penting dan nggak mau ambil risiko, menggunakan jasa makeup artist profesional bisa jadi solusi terbaik. Selain teknik yang lebih matang, mereka juga tahu cara memaksimalkan penggunaan setting spray dan produk lainnya sesuai kondisi kulit.

Di sinilah solusi praktis mulai terasa relevan. Dengan bantuan profesional, kamu nggak perlu pusing mikirin teknik, produk, atau timing pemakaian setting spray.

Baca juga: Cara Memakai Blush On agar Terlihat Muda, Cek di Sini!

Makeup Tahan Lama Dimulai dari Timing yang Tepat

Mengetahui kapan pakai setting spray bisa membuat hasil makeup jauh lebih tahan lama dan terlihat lebih menyatu. Namun, bukan cuma soal produknya, teknik, timing, dan penyesuaian dengan jenis kulit juga berperan besar dalam menentukan hasil akhir makeup.

Kalau kamu ingin makeup yang awet tanpa harus trial and error, mempercayakannya pada profesional bisa jadi pilihan paling praktis. Jazella hadir sebagai layanan kecantikan on-demand yang menghadirkan makeup artist profesional langsung ke tempatmu.

Dengan teknik yang tepat, termasuk penggunaan setting spray di waktu yang pas, MUA Jazella memastikan makeup kamu tetap rapi dan on point sesuai kebutuhan acara.

Yuk, tampil cantik tanpa ribet. Serahkan urusan makeup-mu pada Jazella. Konsultasi dulu atau langsung booking sekarang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *